Abdus Shamad Al-Jawi Al-Palimbani (deceased)

public profile

View Abdus Shamad Al-Jawi Al-Palimbani's complete profile:

  • See if you are related to Abdus Shamad Al-Jawi Al-Palimbani
  • Request to view Abdus Shamad Al-Jawi Al-Palimbani's family tree

Share

Death: (Date and location unknown)
Managed by: Ahmad Fuad Haji Morad
Last Updated:
view all

Immediate Family

About Abdus Shamad Al-Jawi Al-Palimbani

Read more by clicking the link:

http://ulama-nusantara-baru.blogspot.com/2007/12/sheikh-abdus-shamad-al-falimbani-wafat.html

http://ulamanusantara.blogspot.com/search?updated-min=2007-01-01T00%3A00%3A00-08%3A00&updated-max=2008-01-01T00%3A00%3A00-08%3A00&max-results=50

Beliau terlibat dengan perjuangan membebaskan Kedah daripada cengkaman pemerintah Siam bagi mempertahankan kesucian Islam bersama saudaranya, Syeikh Wan Abdul Qadir al-Mahdani.

Kedua-dua mereka terlibat dalam perjuangan bersama 10,000 pejuang di bawah pimpinan Tunku Muhammad Saad Tunku Daud (1838-1839).

Syeikh Abdus Shamad dipercayai syahid di Boyang, Singgora, Haadyai di selatan Thailand dan pusaranya ada di sana.

Wallahuallam

Bacaan lanjut mengenai Syeikh Abdus Shamad Al-Jawi al-Palimbani seperti link berikut:

http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=1027&pub=utusan_malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_01.htm&arc=hive

http://www.yadim.com.my/Ulama/UlamaFull.asp?Id=125

http://www.republika.co.id/koran/0/40583/Abdus_Samad_al_Palimbani_Pengusung_Gerakan_Pembaruan_Islam_di_Nusantara

Minggu, 29 Maret 2009 pukul 19:53:00

Abdus Samad al-Palimbani: Pengusung Gerakan Pembaruan Islam di Nusantara

Hujjatul IslamDia mengimbau kaum Muslim untuk melancarkan aksi jihad melawan segala bentuk penjajahan dan penindasan.Penyebaran pembaruan ajaran Islam dari pusat-pusat pengetahuan dan keilmuan di Timur Tengah ke berbagai wilayah Nusantara setelah abad ke-17 hingga awal abad ke-19, tidak terlepas dari peranan para ulama Melayu-Indonesia yang hidup pada periode ini. Salah satu nama yang memiliki andil dalam gerakan pembaruan di wilayah Nusantara ini adalah Abdus Samad al-Palimbani.Pada periode ini (abad ke-17 hingga 19) gerakan pembaruan Islam di wilayah Nusantara mulai menunjukkan akselerasi yang signifikan, ditandai dengan berkembangnya pengetahuan dan keilmuan mengenai Islam serta perlunya pembaruan di kalangan berbagai kelompok etnik di Nusantara, baik di wilayah Jawa maupun luar Jawa.Berbeda dengan ulama Palembang lain yang riwayat hidupnya kurang terdeskripsikan, kehidupan dan karier Abdus Samad al-Palimbani relatif lengkap, terutama berdasarkan atas kepingan-kepingan informasi yang tersebar dalam karya-karyanya yang dilengkapi dengan riwayat hidup berbahasa Melayu serta sumber-sumber Belanda.Menurut sumber-sumber Melayu, nama lengkap al-Palimbani adalah Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani. Tetapi, sumber-sumber Arab menamakannya Sayid Abdus Samad bin Abdurrahman al-Jawi. Sementara tahun kelahirannya merujuk pada buku Tarikh Salasilah Negri Kedah , beliau dilahirkan sekitar 1116 H/1704 M di Palembang.Berbeda dengan tahun kelahirannya yang hanya merujuk kepada satu sumber, tidak ada angka yang pasti mengenai tahun kematiannya. Menurut al-Baytar (penulis biografi Arab) dalam kamus biografi Arabnya yang berjudul Hilyah al-Basyar fi Tarikh al-Qarn as-Salis 'Asyar menyebutkan al-Palimbani wafat setelah 1200 H/1785 M. Namun, sumber lain menyebutkan, kemungkinan besar ia meninggal setelah 1203 H/1789 M, tahun ketika al-Palimbani menyelesaikan karyanya yang terakhir dan paling masyhur, Sair as-Salikin . Demikian pula, dengan tempat meninggalnya, ada yang menyebutkan di Arab dan ada juga yang menyatakan ia meninggal di perbatasan Malaysia (Kedah) dan Siam.Kehidupan al-Palimbani tidak pernah lepas dari kegiatan belajar, mengajar, dan menulis buku. Karena itu, semasa hidupnya, al-Palimbani dikenal sebagai seorang ulama besar, sufi, dan penulis produktif. Ayahnya, Syekh Abdul Jalil bin Syekh Abdul Wahhab bin Syekh Ahmad al-Mahdani, berasal dari San'a, Yaman, serta...